LAAGI Meminta dan Mendesak Polisi Tembak Mati Pelaku dan Dalang Di Balik Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Agrraria Di Desa Campang Tiga Ulu OKUT

oleh -706 views

Palembang, Okupos.com | Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI), Sukma Hidayat dan juga tokoh aktivis Sumatera Selatan mengutuk dan mengecam keras atas kejadian penyiraman air keras (cuko parah) terhadap aktivis agraria yang terjadi pada Kamis (19/6) lalu di Desa Campang Tiga Ulu Kabupaten OKU Timur.  Atas kejadian tersebut, tentunya menambah daftar deretan panjang kriminalisasi terhadap aktivis di Sumatera selatan.

Sukma mengatakan,  pelaku dan dalang di balik  kejadian penyiraman cuka parah (air keras) tersebut harus di tindak tegas jika perlu pihak kepolisian menembak mati agar hal serupa tidak terjadi lagi kepada aktivis lainnya. Minggu (21/6/2020).

“Kami dari Lintas Aktivis Antara Generasi Indonesia (LAAGI) meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas dalam menyelesaikan perkara penyiraman air keras (cuka parah) terhadap aktivis agraria ini. Jika  perlu tembak mati bagi pelaku maupun dalang di balik insiten penyiraman cuka parah tersebut.” tegasnya.

BACA JUGA  Tersangka Pembunuhan Office Boy Bank Sumsel Berhasil di Amankan

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa aksi-aksi kekerasan terhadap masyarakat dan juga aktivis adalah suatu tindakan yang biadab tanpa ada rasa keprimanusiaan sehingga sangat layak para pelaku jika ditembak mati.

“Kami mendukung penuh pihak ke polisian untuk menembak mati pelaku dan otak yang menyuruh pelaku untuk melakukan tindak pidana kekerasan, karena selain aksi pelaku yang keji juga telah melanggar hak azasi manusia.” ungkapnya.

BACA JUGA  Kapolres OKU Pimpin Upacara Tabur Bunga

“Hendaknya pihak kepolisian juga memeriksa perusahaan industri pembuatan cuka parah (air keras) dan mempertanyakan alur pendistribusian serta penjualan sehingga terjadi kontrol di dalam melakukan penjualan untuk menekan angka kriminalisasi agar tidak terjadi kembali penyalagunaan cuka parah (Air Keras).” ujarnya.

Harapan kami dari Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI) agar pihak kepolisian dapat segera menangkap dan menembak mati pelaku dan otak dari kekerasan tersebut. Jika diperlukan Pembunuhan Misterius (Petru ) seperti era tahun 70-80 terhadap preman dapat dilakukan kembali agar dapat mengurangi aksi premanisme dan menekan jumlah tindak pidana kekerasan. tutupnya (Danu)