Balita Penderita Hidrosefalus Akhirnya Diberangkatkan ke Palembang

oleh -586 views

Baturaja.OKU POS.Com – Setelah sempat pulang untuk menjalani rawat jalan di rumahnya pada tanggal 3 Juni atau 2 hari sebelum hari raya Idul Fitri 1440 H lalu, demi kebaikan agar tidak tidak tertular penyakit dari pasien lainnya di ruang rawat inap anak RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja. Syakila Natalia, balita perempuan yang baru berumur 7 bulan penderita Hidrosefalus atau pembengkakan pada kepala, menjalani rawat jalan di rumah karena belum bisa diberangkatkan ke Palembang untuk menjalani operasi khusus disana.

Meski sebelumnya, Dokter Spesialis Anak RSUD Baturaja, Dr. Dion Darius Samsudin Sp.A menyatakan jika sakit lain yang diderita Syakila Natalia selain Hidrosefalus, seperti perut kembung dan susah makan padat kini sudah membaik. Namun keberangkatan balita malang ini ke Palembang terhalang karena libur panjang menjelang lebaran, sebab pelayanan Poliklinik disana dikabarkan tutup dan baru dibuka setelah lebaran.

Yang mana sebelumnya, Syakila Natalia sempat dirawat inap di RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja. Ia dijemput langsung oleh Bupati OKU yang siap membantu biaya perawatan balita tersebut, penjemputan didampingi Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dari rumahnya di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan pada tanggal 31 Mei 2019 lalu.

Supaya Balita 7 bulan anak ke 4 dari pasangan suami istri, Ansori (35) dan Nuraini (35) dari keluarga tidak mampu ini bisa mendapatkan perawatan medis di RSUD Baturaja. Yang kemudian setelah siap bakal dirujuk keberangkatannya ke rumah sakit Palembang agar segera bisa dilakukan tindakan penanganan operasi khusus. Hal ini Kerena ketidak tersedianya fasilitas dan tim Dokter bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Baturaja.

BACA JUGA  Bupati OKU Selatan Hadiri kegiatan Haflah Akhirussanah dan Halal Bihalal Ponpes Darul Ulum

Setelah 5 hari di rawat di rumahnya, kini Syakila Natalia dikabarkan telah dibawa kembali oleh pihak rumah sakit RSUD Baturaja, yang menepati janji bahwa penjemputan bakal dilakukan setelah usai lebaran. Yakni pada hari Sabtu tanggal 8 Juni 2019 kemarin. Setelah dijemput dan dinyatakan siap, akhirnya Syakila Natalia resmi telah diberangkatkan ke Palembang dengan menggunakan kendaraan mobil dinas milik RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, Dr. Rynna Dynna melalui Kaur Humas H Turipno SKM yang menerangkan. Selain sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pihaknya, penjemputan juga dilakukan sesuai janji kepada pihak keluarga pasien dan Kades Laya. Juga demi menjaga elektabilitas komitmen yang telah diterapkan RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, yaitu memberikan kesembuhan pada setiap pasien.

“Pasien sudah diberangkatkan ke Palembang pada pukul 15.35 Wib kemarin, didampingi oleh perawat kita bernama Diana Hadi dan rekannya. Yang mana awalnya orang tua pasien tidak mau untuk dirujuk ke Palembang karena takut akan biaya mengingat sementara kartu BPJS nya belum selesai. Jadi setelah kami berkonsultasi ke RSMH Palembang, sesuai prosedur sambil menunggu kartu BPJS keluar, balita tersebut akan menjadi pasien umum terlebih dahulu disana. Adapun biaya yang akan digunakan berobat selama menjadi pasien umum, adalah uang hasil sumbangan dari donatur sebesar Rp. 6,5 juta yang dipegang oleh orang tua pasien itu sendiri ,”kata Turipno.

BACA JUGA  MAHASISWA¬† STAI PPL DI SMA KADER PEMBANGUNAN PERINGATI¬† MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Dijelaskannya, sementara bantuan yang sudah diberikan pihak RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, menggratiskan semua biaya perawatan yang ada dan memfasilitasi keberangkatan pasien ke Palembang dengan menggunakan mobil Dinas dan pendampingan perawat dari RSUD Baturaja selama menjalani konsul di RSMH Palembang. Tapi untuk urusan rujuk ke Palembang RSUD berkoordinasi ke pihak lain, seperti Dinsos, Dinkes dan BPJS OKU ,”Sebab bila menjadi pasien umum biaya yang akan ditanggung sangat tinggi, biaya hidup sudah pak Bupati yang menanggung jadi mohon kerjasama nya untuk pihak terkait ,”terang Turipno.

Nanti, sambung dia, kalau memang sudah ada jadwal operasi sambil menunggu kartu BPJS nya selesai, baru kita menggunakan kartu tersebut. Sekarang jadi pasien umum disana semuanya harus menggunakan biaya, sedangkan uang bantuan dari donatur yang ada pada orang tua pasien sekarang hanya berjumlah Rp.6,5 juta, sehingga membuat orang tuanya pasien ini takut kekurangan biaya selama pengobatan di Palembang, tapi setelah mendapat support dan semangat dari kami akhirnya orang tua pasien ini mau mendengarkan saran kita ,”ungkap Kaur Humas RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, H Turipno SKM. (RMW)