Bersama Presiden Jokowi Plh Bupati OKU Selatan Ikut Rapat Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan Lahan

oleh -99 views
Muaradua.OKU POS.Com – Dampak kebakaran hutan dan lahan ini sangat buruk, baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan hidup. Sekurang-kurangnya 20 juta orang Indonesia telah terkena polusi udara dan air, baik langsung maupun tidak langsung.
Asap hitam mengakibatkan ribuan orang di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, harus dirawat di rumah sakit. Di Irian Jaya (Papua), ratusan warga meninggal karena transportasi untuk makanan dan keperluan suplai lainnya di pedalaman terhenti akibat asap.
.
Penyebab karhutla sejauh ini diduga karena praktik land clearing yang memanfaatkan musim kemarau. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan tersebut perlu antisipasi keseriuan oleh semua pihak dan dukungan dari masyarakat.
.
Plh. Bupati OKU Selatan H. Romzi, S,E., M.Si., ikuti Rapat Koordinasi dan Pengarahan Presiden RI Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021, Senin (22/02/2021).
.
Dalam pengarahan Jokowi kepada peserta Rakornas Pengendalian Karhutla di Istana Negara, ia menekankan pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan ia tidak ingin ada kejadian karhutla di Indonesia menjadi perbincangan di dunia internasional.
.
Jokowi pun mengingatkan kepada peserta rapat bahwa, “Indonesia harus tetap siaga menghadapi karhutla meski tengah menghadapi banjir dan tanah longsor. Ia ingin ada rencana pencegahan karhutla secara matang lantaran masih ada dampak hujan,” Ujar Presiden.
.
Dalam rapat, Jokowi mengingatkan bahaya daerah Sumatera yang sudah mulai panas pada Februari. Pemerintah memprediksi daerah Kalimantan dan Sulawesi akan mengalami Karhutla di Mei-Juli yang diprediksi puncak karhutla pada Agustus-September 2021.
.
“Kita ini harus betul-betul tahu puncaknya kapan. Sehingga persiapannya apa, dimulai dari sekarang. Planning-nya disiapkan, organisasi dicek betul sudah bekerja atau tidak. Pada saat betul-betul nanti panas, kita sudah siap semuanya,” sambung Jokowi.
.
Jokowi pun mewanti-wanti sejumlah daerah secara langsung seperti daerah Riau yang sudah muncul 29 kejadian karhutla dan Kalimantan Barat sudah ada 52 kasus. Ia ingin pemerintah daerah agar mengambil langkah antisipasi beliaupun mengapresiasi kepada daerah yang sudah siaga darurat hadapi karhutla dibeberapa Provinsi.
.
Oleh karena itu, Jokowi menekankan 5 pendekatan penting. Pertama, daerah harus mengedepankan pencegahan karhutla meluas. Ia menekankan penanganan tidak boleh terlambat.
.
“Jangan terlambat karena kalau sudah terlambat kita guyur dengan water bombing sebanyak apa pun, pengalaman kita sudah terlanjur sulit,” Ucap Jokowi.
.
Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD menuturkan pemerintah masih mencatat sejumlah kebakaran hutan dan lahan meski sudah terjadi perbaikan penanganan Karhutla.
.
“Beberapa wilayah masih tetap terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti misalnya di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah NTT dan Papua,” kata Mahfud dalam rakornas tersebut.
.
Mahfud mencatat karhutla terjadi di Aceh sebanyak 3 kejadian, Sumatera Utara 9 kejadian, Riau 29 kejadian, Kepulauan Riau 4 kejadian, Jambi dua kejadian, Sumatera Selatan 5 kejadian, Kalimantan Barat 52 kejadian, Kalimantan Tengah 12 kejadian, Sulawesi Tenggara 20 kejadian dan papua ada satu kejadian.
.
Mahfud menambahkan, BMKG melaporkan La Nina moderat akan terjadi pada 2021 sehingga akan ada curah hujan tinggi pada Maret-April 2021. Sementara itu, wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan mendapatkan curah hujan dengan kategori menengah-rendah pada Juni-Agustus 2021.
.
Kemudian, kata Mahfud, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Sulawesi Selatan dan Papua Selatan diperkirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah rendah pada Agustus-September 2021.
.
La Nina, kata Mahfud, bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi penanganan Karhutla apabila diikuti dengan upaya penyebaran
informasi hotspot sebagai upaya deteksi dini, patroli pencegahan karhutla secara terpadu KLHK, TNI-Polri, dan NGO lingkungan, penataan air lingkungan karhutla serta peningkatan operasi penanganan Karhutla.
Bertempat di Ruang Vidcon Diskominfo OKU Selatan, kegiatan ini diikuti juga oleh Asisten II, TNI, POLRI, BPBD OKU Selatan serta undangan lainnya. (Yuni)
BACA JUGA  Hasil Investigasi LKPA Covid 19 Sumsel Terkait Implementasi Bantuan Covid 19