Bupati Terlambat Tau, Jika Humas Setda OKU Bobrook

oleh -941 views

Baturaja.OKU POS.Com – Akibat tidak adanya keharmonisan antara Wartawan yang bertugas di wilayah OKU dengan Humas Setda OKU yang disebabkan kurangnya bimbingan atau program-program bermanfaat dari Humas Setda OKU untuk ke profesionalan jurnalis di Bumi Sebimbing Sekundang. Sehingga menyebabkan sering terjadinya kekosongan pemberitaan tentang kegiatan Bupati OKU yang luput dari mata camera Wartawan karena kurangnya penyampaian dari Humas Setda OKU sebagai penyampai informasi kegiatan ke pada insan pers.

Sementara Bupati OKU Drs H Kuryana Azis beranggapan adanya indikasi dugaan ketidak sengajaan yang menjurus kepada unsur kebodohan di tubuh Humas Setda OKU. Hingga membuat kegiatan-kegiatan dirinya selaku Bupati tidak pernah diberitakan dan tidak ter ekspos oleh awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten OKU.

Hal itu disampaikan Bupati OKU saat digelarnya Audensi sekalian ajang silahturahmi terhadap Wartawan OKU, yang mana pertemuan bertempat di Aula Pendopo rumah dinas Bupati OKU, Selasa (9/4/19) tersebut, diawali atas permintaan awak media yang merasa kecewa akan kinerja Humas Setda OKU dalam beberapa tahun belakangan ini. Dari sinilah terkuak apa yang dilakukan oleh Humas Setda OKU terhadap wartawan tanpa sepenuhnya sepengetahuan Bupati OKU.

“Disitu, lah bodohnya sudah diperintahkan apalagi tidak diperintahkan, ini salah satu contoh saja masih banyak yang lain, apakah ada unsur kesengajaan kita tidak tahu, apa unsur kelupaan barangkali, apakah unsur kebodohan nah itu saya tidak tahu,” Tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati sempat terkejut dimana dalam audiensi kali ini mendapati banyaknya permasalah-permasalahan yang terjadi antara awak media yang bertugas di Kabupaten OKU dengan bagian Humas Setda OKU yang menjurus kepada hubungan tidak harmonis antara pemerintah Kabupaten OKU dengan Wartawan.

“Bukan selama ini saya tidak peduli dengan teman-teman Wartawan, apa yang terjadi di Humas itu karena yang pertama saya belum pernah dapat laporan. Kan yang membina itu Kabag Humas, Asisten yang membidangi, kalau ada keluhan dari Wartawan ya lapor, ini laporan gak ada semuanya malah saya sendiri timbul kesal, gak ada berita yang saya katakan tadi, berita yang saya ke Palembang, saya ke Jakarta, kalau tidak saya perintahkan tidak diberitakan,” Ungkap Bupati.

Bupati Kuryana menghendaki kepada Kabag Humas yang baru Feri Iswan untuk bisa bersinergi dengan para pewarta yang bertugas di Kabupaten OKU menjalin hubungan harmonis dan mengubah pola-pola lama yang diterapkan Kabag Humas sebelumnya.

“Dalam kaitan ini, saya bertanya-tanya sekarang sudah diganti Kabag Humasnya, sudah saya sampaikan sama Feri, saya tidak mau lagi pola-pola lama, kenapa orang bisa bikin advertorial di media luar kita tidak bisa, jangankan advertorial berita kecil saja tidak keluar, jadi yang pantas-pantas dikeluarkan ya beritakan,” Ucap Bupati

Bupati menegaskan akan segera melakukan reformasi ditubuh Humas setda OKU sebagaimana permintaan dari para awak media yang menginginkan adanya penyegaran dilingkungan Humas Setda OKU, sebagaimana disampaikan oleh Udin Arianto dan Armin Pani selaku Wartawan senior saat audiensi dimana ada salah satu pejabat yang sudah beberapa kali pergantian Bupati, namun masih tetap bercokol di lingkungan Humas dari tahun ke tahun ,”Hal itu kita pikirkan untuk pergeseran di Humas nantinya,” jelas Bupati

Terpisah, sementara itu salah satu tokoh masyarakat di OKU, Raden Muhammad Wahyu pemimpin redaksi Media OKU POS sekaligus ketua MPC Ormas Pemuda Pancasila OKU, turut memberikan statmen komentarnya terkait hal yang dianggapnya sebagai fenomena antara Humas yang tidak bisa mengayomi dan bersinergi dengan Wartawan, sehingga menyebabkan terjadinya konflik yang bisa merugikan pemberitaan pembangunan di OKU.

“Seperti salah satunya yang dikatakan Bupati tadi, tentang jarang adanya berita kegiatan beliau yang ter expose oleh media. Maka dalam hal ini yang rugi siapa ?, Bupati kita sendiri bukan, oleh kebobrokan Humas yang menurut saya bapak Bupati OKU terlambat dalam mengambil keputusan yang tepat ini ,”papar pria yang akrab dipanggil Wahyu ini.

Dijelaskannya, jika sikap yang sampaikan Bupati dalam pertemuan audensi bersama rekan-rekan media sudah tepat ,”Yaitu yang saya dengar bapak Bupati bakal mengganti kasubag Humas Setda OKU sesuai permintaan rekan-rekan media yang hadir pada saat audensi tadi. Dikarnakan menurut saya kebijakan-kebijakan atau aturan yang dikeluarkan Humas dalam beberapa tahun belakangan ini tidak sesuai dengan keinginan Bupati, terutama para Wartawan di OKU yang merasa ruang gerak semakin dipersempit ,”tutur Wahyu.

Atau, sambung dia, Humas terlalu mengada-mengada sehingga berkesan bisa menciptakan ke kisruhan antara Wartawan dengan Pemkab OKU. Seperti diantaranya aturan non tunai yang harus menggunakan rekening perusahaan hanya untuk tagihan koran semata, yang nilai rupiah nya hanya sebesar Rp.50 ribu, bukan jutaan seperti yang dikatakan Bupati ,”pungkas Wahyu. (RMW)