Camat Buay Pematang Ribu Tengah Terima Penyerahan Tanah Wakaf Pembangunan Masjid

oleh -3.176 views

OKU Selatan.OKU POS.Com –Perencanaan pembangunan Masjid Al-Kautsar yang akan dibangun diatas tanah seluas 20×40 meter persegi dengan ukuran luas masjid 14×14 meter persegi. Yang mana rencana pembangunan dan penataan kawasan Masjid Al-Kautsar ini semakin dimatangkan setelah dilakukan pembentukkan panitia. Dihadiri Kustomo selaku pemberi wakaf, para tokoh alim ulama dan masyarakat setempat, khususnya warga dilingkungan 8 Desa Simpang Sender, Kecamatan Buay Pematang Ribu Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Jum’at (8/3/19.

Acara berlangsung di ruang rapat Masjid Al-Hidayah, konsultasi publik tentang rencana pembangunan masjid tersebut dipimpin langsung Kepala Lingkungan 8, Bahrun beserta tokoh agama dan masyarakat Desa Simpang Sender.

BACA JUGA  40 Anggota DPRD OKU Selatan Terpilih Siap Dilantik

“Konsultasi publik ini kami laksanakan agar bisa mendapatkan masukan, kritik dan saran untuk penyempurnaan desain masjid yang akan dibangun dengan tetap mempertahankan bentuk bangunan masjid utama,” kata Bahrun

Konsultasi diawali dengan pemaparan soal pendanaan yang sudah terkumpul, dengan jumlah uang yang sudah ada sekitar Rp.10 Juta ditambah sumbangan semen atas nama dari hamba Allah sebanyak 110 Sak. Dari hasil konsultasi publik panitia memutuskan untuk tahap awal diwajibkan setiap rumah menyumbang dana sebesar Rp.50.000.

Masukan demi masukan berdatangan dari Kepala Lingkungan, tokoh agama, alim ulama juga dari tokoh penting masyarakat Lingkungan 8 lainnya. Yang mana tujuan utama pembangunan masjid adalah untuk meningkatkan nilai kebermanfaatan dari sisi peningkatan daya tampung jamaah, mengingat setiap pelaksanaan sholat Jum’at dan acara besar lainnya jamaah selalu meluber hingga ke alun-alun dan sekitarnya.

BACA JUGA  Bupati OKU Bersama Forkopinda Tinjau Kesiapan Logistik Bansos BLT Covid - 19

Penyerahan surat ikrar wakaf dari Kustomo selaku tuan tanah diserahkan oleh Samsul Huda Camat Buay Pematang Ribu Tengah diterima Nazhir dan Bahrun yang dibacakan langsung didepan para saksi, Suhendi Basri, Danil Azis Sibli, Sarbani, Solamun Solihindi selaku KUA setmpat dan juga disaksikan oleh masyarakat lingkungan 8. (Yuni)