Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan OKU Selatan Berikan Pembinaan Kepada Petani Kopi

oleh -6.170 views

OKU Selatan.OKU POS.Com-Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan merupakan daerah penghasil Kopi Terbesar di Sumatera Selatan.
Kopi yang berasal dari daerah ini cukup di kenal baik lokal maupun expor,
Sampai saat ini masyarakat petani OKU Selatan masih membudidayakan kopi sebagai komoditi unggulan selain Karet,Lada,Cengkeh,dan komoditi pertanian perkebunan lainnya.

Seiring dengan waktu, tentu para petani di tuntut untuk bersaing mulai dari kwalitas dan peningkatan hasil produksi pertanian.
Hal ini lah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memberikan perhatian dan pembinaan kepada para petani untuk memantau langsung seperti apa dan bagaimana para petani kopi di Kabupaten OKU Selatan dalam mengelola perkebunan kopi, karena kopi merupakan salah satu produk unggulan Di Kabupaten OKU Selatan.

Terkait hal tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan turun langsung ke perkebunan kopi dan memberikan Binaan kepada Petani Kopi yang ada di Desa Sipatuhu Kecamatan Banding Agung (Selasa, 7/8/19).

Desa Sipatuhu merupakan Desa Tua yang memang pusat perkebunan kopi pada zaman Belanda Tahun 1911, potensi potensi kopi dari sinilah bahwa OKU Selatan mempunyai potensi besar dari hasil Perkebunan Kopi.

Salah satu tokoh Masyarakat Desa Sipatuhu yang dulu pernah menjabat Kepala Desa pada tahun 2001 s/d tahun 2013 yaitu Bapak Migitu menjelaskan, hasil cerita dari kakek nya yang hidup pada Zaman Belanda Pada Tahun 1911.
Bahwa waktu itu hasil kopi dari Desa Sipatuhu memang merupakan produk unggulan yang menjadi satu satunya pemasok kopi ke Negara Belanda, terbukti dengan perkebunan kopi hasil sepeninggalan Belanda pada saat itu, karena iklim tropis dan tanahnya yang juga termasuk cocok untuk perkebunan kopi.

BACA JUGA  Cambuk Hati, Jeritan Kehidupan Pahit

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan Ir. Asef Sudarno ,M EP, mengatakan bahwa perkebunan kopi di OKU Selatan khususnya di Desa Sipatuhu tersebut sudah ada pada Zaman Penjajahan Belanda yang berpusat di Ranau, terbukti dengan banyaknya peninggalan peninggalan zaman Belanda pada saat itu membukti kan Bahwa OKU Selatan sekarang atau Ranau terdahulu adalah pusat perkebunan kopi Belanda.

Harapan kita semua setelah menjadi kabupaten saat ini, bahwa kopi OKU Selatan salah satu produk yang akan menjadikan Kabupaten terkenal dengan has cita rasa kopi itu sendiri yaitu Has Kopi Asli OKU Selatan, saat ini perkebunan kopi kita adalah perkebunan kopi rakyat berdasarkan luas lahan dari data BPS ada lebih kurang 7625 H Kebun Kopi, tetapi yang menghasilkan sekitar seluas 5320 H. Akan tetapi berdasarkan data yang ada pada tahun 2018, bahwa produktivitas Kopi OKU Selatan ini merupakan salah satu terendah di pasaran Indonesia, hanya rata rata kisaran 0,66 s/d 0,7 ton /Ha /tahun.
Masalah tersebut yang akan menjadi tantangan kami bagaimana caranya bahwa Kopi OKU Selatan ini akan kembali jaya dengan luas lahan yang ada, bahkan mungkin bisa bertambah, produktifitasnya akan semakin meningkat, paling tidak di tahun 2022 sudah mencapai kisaran 1 ton /Ha /tahun, untuk menuju pencapaian tersebut Dinas Pertanian sudah melakukan beberapa langkah, langkah yang pertama yang di lakukan Dinas Pertanian bekerjasama dengan PT BERINDO, yaitu HRNS IDH, mereka punya komitmen bahwa kita sebagai Kabupaten OKUS akan melakukan pembinaan pembinaan, mulai dari kelembagaan tani kemudian budi daya kopi yang baik, dan membantu dalam bagaimana menciptakan kopi yang berkualitas termasuk membantu mencoba dalam pemasaran kopi yang berkualitas, mengingat bahwa kondisi anggaran di APBD Kabupaten OKUS tidak akan mencukupi untuk melakukan perbaikan perbaikan kopi secara menyeluruh dan secara cepat, Dinas pertanian terus berupaya mencari Dari luar Kabupaten seperti APBD 1 maupun APBN 1 “Kata Sudarno.

BACA JUGA  SUKSES DEKLARASI TIGA PILAR, FKIP UCAPKAN SELAMAT

Sudarno Menambahkan “di Tahun 2019 ini alhamdulillah Kabupaten OKU Selatan sudah mulai banyak di bantu oleh Pemerintah, baik pusat maupun provinsi, baik dalam pengerjaan kopi maupun intensifikasi kopi, dan kita tidak bisa pungkiri bahwa pada saat ini harga kopi bukan hanya di OKU Selatan khususnya, umumnya di Dunia, sangat kurang menguntungkan bagi para petani kopi.
kita harapkan lambat laun keadaan kopi di OKU Selatan kondisinya akan semakin membaik, kejayaan Kopi OKU Selatan akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya nanti masayarakat petani OKU Selatan khususnya petani kopi akan merasakan manfaatnya “Harap Sudarno.(Yuni)

No More Posts Available.

No more pages to load.