DPD PGK OKI : Jika Iskandar, SE Bupati OKI Tak Punya Strategi Hadapi Covid 19, Lebih Baik Mundur !!!

oleh -1.226 views

OKI.OKU POS.Com – Pandemic Virus Covid-19 atau Virus Corona Desease, seperti kita tau wabah Covid-19 / Virus Corona ini telah berhasil menjangkiti puluhan Negara dari seluruh penjuru Dunia. Indonesia, salah negara yang juga di serang wabah dengan total hingga hari ini 15 Mei 2020 Covid.go.id.

Mengkonfirmasi, bahwa jumlah kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus bertambah. Berdasarkan data update COVID-19 pada Jum’at 15 Mei 2020 dengan total 27 kasus positif di OKI.

Covid-19 juga telah sukses memukul mundur Perekonomian Dunia akibat dibatasi Transportasi Antar Negara, untuk mencegah penularan lebih lanjut karena semua negara yang terjangkit virus Covid 19 mengalami kerugian.

Secara Ekonomi di Indonesia stabilitas perekonomian sangat terganggu. Covid-19 menyebar sangat cepat, belum ada setengah tahun tapi wabah ini menjangkiti puluhan negara di seluruh dunia dengan total korban mencapai ratusan ribu jiwa.

Ditengah situasi Pandemi virus COVID-19, Pemerintah Indonesia menghimbau untuk masyarakat bekerja, belajar, ibadah dari rumah karena dianggap sebagai solusi mengatasi penyebaran penularan Virus tersebut. Dengan adanya hal ini semua ikut merasakan dampak secara Sosial, Ekonomi, Politik. Pemerintah juga menerapkan Sosial Distancing dan ditambahkan lagi untuk tidak mudik sementara waktu sampai situasi kembali kondusif.

Pademi ini telah memukul mundur perekonomian masyarakat Indonesia tanpa terkecuali baik Pengusaha, penggiat Ekonomi kreatif, Ekonomi Mikro dan start up mengalami penurun omset/pendapatan bahkan tidak sedikit juga yg kolev. Presiden Joko Widodo telah menghimbau untuk semua Kementerian mengrelokasikan anggaran untuk penanganan yang berdampak akibat Covid 19.

BACA JUGA  Tipu Korbannya Puluhan Juta, Subeki Ditangkap Polisi

Sudah 1 tahun lebih Bupati OKI Bapak Iskandar, SE menjabat untuk periode keduanya, hingga hari ini ditengah pandemi situasi sulit tak kunjung melakukan terobosan yang berdampak untuk masyarakat, justru selama ini hanya melakukan hal yang rutinitas tanpa program yang jelas. Program andalan Bapak Iskandar membangun dari Desa tidak berjalan efektif pasalnya Bupati tak kunjung bertindak jelas dan tidak ada strategi untuk meneken jumlah korban positif dan meninggal.

Di katakannya, “Bupati kelihatan tidak tau apa yang harus dikerjakan, kapasitas dan kapabilitasnya mulai diragukan masyarakat yang tak kunjung ada strategi jitu memutus mata rantai penularan virus di kabupaten OKI, karena yang di tunggu masyarakat kebijakan yang tepat dan jelas dari pemimpin,” Ungkapnya.

“Kalau hanya menghimbau mentaati protokol kesehatan cukup team Medis serta relawan, belum lagi saat ini OKI sudah mencapai transmisi lokal penyebaran covid 19 ini, jelas itu semua akan sangat berbahaya untuk kita masyarakat kabupaten OKI. Artinya kita sangat membutuhkan kebijakan dan strategi dari seorang pemimpin seperti Bupati Iskandar, SE ,”Ungkap achik.

Achik Muhrom (Ketua DPD PGK OKI) juga menyampaikan, bahwa masyarakat sangat menantikan strategi ditengah masyarakat sudah mulai lelah berdiam diri dirumah saja dan ruwetnya permasalahan Bantuan yang dilontarkan baik pemerintah pusat maupun daerah, karena pasal nya berdasarkan pantauan kawan-kawan di lapangan telah kita temukan oknum-oknum yang memainkan dana bantuan tersebut. Baik itu berupa bansos yang tidak tepat sasaran, BLT Dana Desa yang dipotong dengan dalih untuk di bagikan kepada masyarakat yang belum menerima. Padahal sudah sama-sama kita ketahui ada 7 jenis bantuan dari pemerintah yang tidak lain agar seluruh masyarakat yang terkena dampak covid 19 ini dapat semua, Jelas Achik Muhron.

BACA JUGA  Ketua DPRD OKU Ir. H. Marjito Bachri, ST Buka Rapat Paripurna Pengesahan KUPA Dan PPAS 

Belum lagi kita lihat dari Aspek kesehatan jumlah pasien positif terus bertambah, karena secara signifikan Alat Kesehatan yang belum memadahi dan memenuhi jumlah kebutuhan. Aspek Ekonomi hampir semua masyarakat menjadi korban dampak Covid, yang menunggu simpang siurnya Dana Bantuan yang bermasalah di pendataan seperti yang kita sampaikan diatas.

Aspek Pendidikan sampai kapan Siswa dan Mahasiswa sekolah/belajar dari rumah dengan biaya SPP/UKT tetap harus dibayar, ditambah lagi harus menggunakan paket online guna memenuhi kebutuhan belajar dari rumah, serta aspek sosial kita tahu pasien positif bukanlah untuk dihina, dibuly. Menjadi Aib tetapi bukan juga harus di tutupi karena transparansi sangat dibutuhkan untuk masyarakat lebih berhati-hati dan waspada. Dari berbagai aspek ini sangat di harapkan kebijakan yang tepat dan jitu dari bapak Bupati OKI bapak Iskandar, SE, namun kalau tidak sanggup lebih baik mundur karena pada situasi sekarang dibutuhkan pemimpin yang kerja cerdas dan kerja keras.

Ditambahkan lagi, “Hari ini masyarakat sangat menantikan segala bentuk bantuan untuk segera di distribusikan, agar terpenuhinya kebutuhan sehari-hari karena masyarakat sudah mulai lelah berdiam diri dirumah, tidak bekerja dan meninggalkan segala aktivitas sesuai himbauan pemerintah. Akan tetapi, masyarakat tetap butuh makan jangan biarkan masyarakat susah karena laper bukan susah karena Corona, Tutup Achik.(Red)