Dua Tersangka Korupsi Pembanguna SMA Neg 2 Buay Pemaca DiTahan Kajari OKU Selatan

oleh -97 Dilihat

Muaradua OKU POS,- Korupsi beserta penyebab dan cara mengatasi korupsi merupakan sesuatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa, korupsi merupakan praktik yang umum dilakukan di negara Indonesia. Upaya pemberantasan praktik korupsi masih terus dimaksimalkan sampai sekarang ini.

Walaupun demikian, nampaknya kebiasaan korupsi yang sudah mendarah daging masih belum dapat dihalau sepenuhnya. Dimana, korupsi merupakan PR besar untuk negara ini. Selain aparat penegak yang tegas guna menghilangkan korupsi ini juga diperlukannya sebuah mental individu yang anti akan korupsi. Sebetulnya, tak cuma negara Indonesia saja yang digerogoti oleh praktik korupsi di hampir segala lapisan

dimana yang nama nya korupsi terjadi hampir disetiap lini dan tidak terlepas. Didaerah pun korupsi Terjadi

Seperti halnya Di kabupaten OKU Selatan kerugian uang negara Terjadi saat Pembanguna SMA Di Kecanatan Buat Pemaca

Untuk pertama kali diawal tahun 2024 Ini Kajari OKU Selatan Berhasil Mengungkap Kasus Korupsi Pada Pembangunan SMA Buat Pemaca

BACA JUGA  Pemkab OKU Selatan Melalui BKPSDM Gelar Uji Kompetensi Pejabat Administrator

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan secara resmi menetapkan dan menahan dua tersangka tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Buay Pemaca.

Penetapan ini berdasarkan surat perintah Kajari OKU Selatan nomor: TAP-756/L.6.23/Fd.1/04/2024 tanggal 29 April 2024 atas nama tersangka I dan AP.

Kemudian penahanan terhadap kedua tersangka berdasarkan surat perintah Kajari OKU Selatan nomor: Print-426/L.6.23/Fd.1/04/2024 tanggal 29 April 2024 atas nama tersangka I dan AP.

Kajari OKU Selatan Dr. Adi Purnama yang didampingi Kasi Pidsus, Kasi Intel, Kasi Datun dan Kasi BB dalam keterangan persnya mengatakan dua tersangka merupakan pelaksana dan konsultan pengawas pada kegiatan pembangunan gedung SMA Negeri 02 Buay Pemaca dengan nilai kontrak lebih kurang 2,2 Milyar Rupiah.

“Atas perbuatan pidana yang dilakukan para tersangka, negara dirugikan sebesar Rp 719.681.378,62,” terangnya

BACA JUGA  "Pamer Paha", Satlantas OKU selatan Lakukan Pengamanan Dua Tempat Wisata

Lebih lanjut Kajari mengatakan, terhadap kedua tersangka, tim tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari OKU Selatan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terhadap kedua tersangka kita lakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 29 April hingga 18 Mei 2024 di Lapas Kelas IIB Muaradua,” urainya

Dikatakan Kajari, kedua tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Jo. Pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dengan ditetapkanya Dua Tersangka Di harapkan Kedepan kasus ini akan Terang benderang dan Dengan Ditetap Kanya sebagai Tersangka tidak menutup kemungkinan ada pihak lain lain yang akan menjadi Tersangka Baru ,,ujarnya (Yuni)

No More Posts Available.

No more pages to load.