Hindari Terjadinya Konflik, Tokoh Pemuda Sumsel Meminta Gubernur Tunda Lakukan Pergantian Kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim

oleh -598 Dilihat

PALEMBANG, OKUPOS.com – Sejumlah  tokoh pemuda Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Gubernur Sumsel untuk menunda melakukan pergantian kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim.

Pasalnya, untuk menghindari terjadinya konflik di tengah masyarakat sebab masih ada pro dan kontra, apalagi Sumsel terkenal sebagai provinsi zero konflik.

Hal itu diungkapkan, tokoh pemuda Sumsel, Yan Coga didampingi tokoh pemuda lainnya seperti Bung Yudi F Bram, Diky Arda, Hendri Ab saat memberikan pernyataan kepada awak media di Posko Gembira Kampus POM IX,  Selasa (10/01/23) sore kemarin.

“Kami meminta kepada Gubernur Sumsel untuk menunda dulu pergantian kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim karena diduga akan memicu terjadinya konflik sebab masih ada pro dan kontra.

BACA JUGA  Wakil Bupati OKU Selatan Kunjungi Desa Sugihwaras Dalam Rangka Peresmian Masjid Nurul Iman 

Bahkan untuk menjaga keamanan jangan sampai terjadinya bentrok, apalagi Provinsi Sumsel terkenal sebagai provinsi zero konflik,”ungkap Yan Coga dalam pernyataan tersebut.

Masih dikatakan Yan Coga bahwa pihaknya melihat akhir akhir ini ada dugaan polemik yang terjadi dibeberapa berita di media sosial dan adanya berbagai aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumsel dari dua pihak yang pro dan kontrak terkait pergantian tersebut.

“Kami berharap Gubernur Sumsel dapat menciptakan kondisi keadaan yang kondusif,”pungkasnya

Ditambahkan Yudi F Bram, pihaknya melihat pergantian kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim yang hanya menyisakan waktu beberapa bulan ke depan dinilai sudah tidak efektif lagi.

BACA JUGA  Dipecat, Vonis 5 Tahun 3 Bulan Brigpol Dedi Eko Saputra Ajukan Banding

 

“Kami anggap pergantian kepemimpinan di Kabupaten Muara Enim sudah tidak efektif lagi mengingat menyisakan waktu hanya beberapa bulan ke depan,”kata Bung Yudi.

Lanjut Yudi, hal itu malah nantinya akan membuat program program pembangunan yang ada menjadi miss dengan adanya perubahan komando dengan sisa waktu yang ada.

“Selain itu, ada beberapa hal yang Kami duga menyalahi prosedur dalam proses pemilihan kemarin sekarang menjalani proses PTUN. Biarlah PJ Bupati yang ada menjalankan sisa masa jabatan nya sampai pemilu Demokrasi ke depan,” tandasnya. (Ril)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.