KADES WAY HELING AROGAN DAN ANCAM BUNUH KETUA BPD

oleh -4.071 views

Baturaja OKU POS.Com – Pemerintah Desa dituntut bersinergi dengan BPD dalam menjalankan roda pemerintahan di desa. Dengan kebersamaan tentu akan mempercepat pembangunan yang pada akhir nya akan meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Lain halnya dengan Desa Way Heling, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU.

Herwandi, Kades Way Heling.

Yang mana seharusnya Kepala Desa bersama-sama dengan BPD dalam menjalankan roda pemerintahan. Desa ini selain malah mengancam akan membunuh ketua BPD di Desanya, juga tidak berkordinasi bersama BPD dalam mengelola dana desa.

Hal ini terungkap disaat Ahyar selaku Ketua BPD Desa Way Heling beserta beberapa orang perwakilan warga lainnya mendatangi Kantor DPRD OKU, guna menyampaikan keluhan yang sedang dihadapi oleh masyarakat di Desanya. Perwakilan masyarakat ini diterima langsung oleh Ketua DPRD OKU Zaplin Efani didampingi anggota Yopi Sahrudin dan Syarifudin, diruang rapat Banmus Gedung DPRD OKU, Rabu (14/5/19).

Adapun beberapa hal yang disampaikan Ahyar beserta perwakilan warga lainnya. Bahwa organisai BPD tidak diterima atau tidak diakui oleh Kepala Desa Way Heling. Justru Ketua BPD sering mengalami intimidasi bahkan pengancaman akan dibunuh. Kades dalam menjalankan roda pemerintahan desa tanpa berkoordinasi dengan BPD dan masyarakat.

“Pengancaman yang terakhir, kami pernah didatangi oleh Kades Herwandi bersama adiknya dengan membawa parang dan balok kayu besar. Katanya tujuan kedatangan mereka ingin mengeluarkan isi perut saya, sambil bilang ‘enak kali kamu tinggal disini’ sambil saya mau dipukul dengan kayu balok tadi, namun saya sempat lari ,”kata Ahyar ketua BPD Way Heling kepada awak media.

Saat ditanya apa alasannya, Ahyar menjelaskan jika sampai saat ini dirinya belum jelas apa alasannya ,”Mungkin alasanya sebab katanya dulu saya pernah melaporkan ke Polres tentang masalah Bumdes. Namun saya tidak berbuat hal itu, dengan membuktikan jika tudingan itu salah saya pernah mengajak Sekdes ke Kantor Polisi mempertanyakan perihal pengaduan itu ,”terang Ahyar.

Lebih dalam disampaikannya, jika pengancaman terhadap dirinya lebih dari satu kali. Sehingga membuat ia merasa terganggu dan tidak bisa bekerja pergi ke kebun miliknya, membuat hasil panen di kebunnya hancur dirusak orang.

“Bukan itu saja, motor saya juga dihancurkan dan setiap hari Kades selalu membawa parang panjang bahkan sholat Jum’at pun masih bawa parang panjang sehingga membuat saya sangat merasa terganggu. Ini terjadi semenjak saya menjadi Ketua BPD, terhitung dari tanggal 5 Desember 2018 ,”ungkap Ahyar, seraya menyampaikan jika dirinya dan Herwandi pernah tejadi sentuhan fisik disaat Herwandi ingin membacok Ahyar berhasil menangkap parang lalu terjatuh dan berlari.

Permaslahn ini sudah pernah diselesaikan di Kantor Camat namun tak ada perubahan dari Kepala desa. Kepala desa tak mau menjalankan perbub No 4 tahun 2012 tentang tenaga kerja dan sumber daya wajib dari daerah masing-masing.

Dalam hal ini anggota dewan Yopi Sahrudin, akan menampung keluhan dan aspirasi masyarakat.
Akan mencarikan solusi permasalahan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Way Heling.

Ketua Dewan menyampaikan akan menyurati Kapolres atau Kapolsek agar pengaduan masyarakat di terima. Namun Ketua dewan menyarankan agar Ketua BPD dan Kepala Desa harus harmonis. Jika tak bisa harmonis maka masyarat yang di rugikan. Maka pembangunan Desa akan terganggu.

Dalam pertemuan ini ditarik kesimpulan bahwa Dewan akan memanggil pihak Inspektorat OKU, BPKAD dan PMD dan Camat untuk mengecek kelokasi dan mencari solusi tentang permasalan ini.

Jika memang ditemukan hal yang menyimpang maka Dewan akan menyarankan untuk menyetop Dana Desa Way Heling kepada Pemkab OKU.

“Kalau memang terbukti Kepala Desa menyalahi atau menyimpang dari aturan maka Dana Desa Way Heling akan kami setop” ujar Yopi. (RWM)

Penulis: Raden Muhamad Wahyu.