Mengenal Lebih Dekat Sosok Irwadi Snafal Calon Kepala Desa Pengaringan

oleh -264 views

Semidang Aji.okupos.com — Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian zona administratif di bawah kecamatan dalam pemerintahan Kabupaten atau Kota madya, yang dipimpin oleh Kepala Desa atau Peratin. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit permukiman kecil yang beragam penyebutannya ada yang disebut kampung, pekon, tiuh, dusun, dan padukuhan.

Kepala desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung, Peratin, Kakon atau Petinggi.
.
Lain hal nya dengan Desa Pengaringan yang ada di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

 


Desa Pengaringan yang sebagian besar penduduknya berpropesi sebagai petan karet, petani perkebunan, kelapa sawit dan petani persawahan serta petani penggarap.

Dengan jumlah 679 mata pilih, terdiri dari 4 dusun serta 9 rukun tetangga. Desa kecil yang di lalui jalan lintas Sumatera tersebut merupakan desa kecil yang cukup potensi serta seiring dengan waktu selangkah demi selangkah menunjukkan keunggulannya di berbagai bidang.
.
Berbicara tentang Desa Pengaringan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Tidak terlepas dari sosok putra daerah bernama Irwadi Snafal, Pria 50 Tahun ini merupakan Kepala Desa yang enerjik dan penuh wawasan serta berinovasi untuk menjadikan Desa Pengaringan sejajar dengan desa lainnya yang ada di Kabupaten OKU.


Pria santun dan ramah ini tidak banyak teori di dalam memimpin desanya, melainkan apa yang di butuhkan akan kepentingan masyarakat itu yang di utamakan tentu dalam koridor musyawarah bersama perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan karang taruna. Tentu mengikut sertakan PKK dalam menentukan kebijakan.


Saat di sambangi Media okupos.com di kediaman suami dari Yulianawati 42 Tahun yang merupakan tenaga medis perawat di puskesmas Pengaringan ini mengatakan, ” Alhamdullilah suatu periode masa jabatan Kepala Desa sudah saya lalui. Tidak sedikit saya bersama perangkat dan BPD serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang secara bersama-sama kami membangun Desa Pengaringan ini diantara nya pembangunan “, Ujar Irwadi.


” Balai desa, TPA, jalan setapak, serta jalan produksi usaha pertanian, siring induk, gapura desa, sementara untuk meningkatkan keamanan di masyarakat kita telah membangun tiga unit pos kamling “, tambahnya.
.
” Yang utama dibutuhkan masyarakat berupa air bersih, kita telah membangun 10 titik sumur bor yang tersebar di Desa Pengaringan serta 2 unit pamsimas yang di kelola Karang Taruna dan sampai saat ini berjalan dengan Baik ” ujarnya.

BACA JUGA  Direktur IGPW : Putusan Diskualifikasi Paslon Ilyas-Endang di Pilbub Ogan Ilir Nampak Kental Konflik Kepentingan¬†


” Untuk sarana ibadah kita telah membangun plavon musholah dan rehab masjid, namun untuk kegiatan PKK kita pembinaan terhadap majelis taklim melalui ibu-ibu kita rutin melaksanakan senam lansia, senam aerobik, SKJ 88. Bahkan untuk senam lansia pernah mendapat juara pertama tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten “, imbuhnya.


Sementara di bidang kesehatan Irwadi ayah dari 6 anak ini, Sangkut Anugrah, Muhammad Dafa, Saputa Riski Amelia, Muhammad Rafa, Syfa dan bungsu Muhammad AlfaRabi ini mengatakan kita telah membangun 120 jamban penduduk yang selama ini sebagian penduduk menggunakan aliran sungai ogan untuk MCK.

.

Namun yang cukup mengagumkan serta wajib di contoh, Kepala Desa yang juga pengamanan dari PT.Bumi Gemilang Persada, PT Glory dan SPBU Sumatera ini betul-betul berpihak kepada masyarakatnya.


Semenjak pemerintah mencanangkan pembuatan sertifikat ada 571 persil sertifikat yang di terbitkan untuk warga desanya. Semua itu hanya di kenakan biaya 50 ribu rupiah, itu pun hanya untuk PBBnya. Disinggung tentang kecilnya biaya untuk penerbitan sertifikat.


” Kita ini pelayan masyarakat dan kita telah di gaji negara untuk melayani masyarakat, maka dari itu saya menghimbau keras kepada perangkat saya jangan sekali-kali menyakiti masyarakat apa lagi melakukan pungutan untuk persertifkatan ini. Ini program pemerintah pusat melalui pronsa yang di canangkan Bapak Presiden “, Tegas Irwadi.


” Bahkan beberapa waktu yang lalu kades di undang beserta warga nya ke Palembang bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo untuk menerima setifikat secara simbolis “, ujar Irwadi yang selalu dekat dengan 21 Anggota Limnasnya yang siap mengamankan pesta Demokrasi Pilkades serentak pada tanggal 4 Oktober 2022 yang akan datang.

BACA JUGA  Plh Bupati OKU Berharap Organisasi KAMMI Dapat Menangkal Isu Yang Berkembang Melalui Seminar


Ada suatu kegiatan yang tidak di miliki desa lain, bersama BUMDES dan Karang Taruna serta melalui rapat dan kesepakatan bersama Perangkat Desa dan BPD beberapa tahun yang lalu pemerintah Desa Pengaringan mendirikan pasar kalangan yang di buka mulai dari pukul 12.00 wib sampai petang.

 


” Alhamdulilah sampai saat ini berjalan dengan baik dan tetap ramai para pedagang dari berbagai daerah serta transaksi kepada masyarakat sekitar, terlihat cukup ramainya transaksi jual beli yang di lakukan masyarakat terlebih disaat para petani menimbang karetnya “, ucapnya.


Di tanya tentang pemilihan Kepala Desa, dengan santai pria berkumis manis ini mengatakan, ” Pesta demokrasi pemilihan Kepala Desa Itu merupakan suatu kewajaran yang mana pada saat nya nanti tentu ada pemenang nya dan juga ada yang belum berhasil ” papar Irwadi.
.
” Kita harus hormati keputusan warga jangan jadikan pemilihan ini menjadi ajang permusuhan, dan memutus silaturahmi satu sama lainnya, semuanya bertujuan baik namun tidak semuanya jadi pemenang, beda pilihan, beda dukungan itu suatu kewajaran dan bentuk demokrasi yang sedang berjalan. Namun di dalam Pilkades yang tinggal menghitung hari, saya berharap kepada warga masyarakat untuk kembali mempercayakan dirinya untuk memilih dan melanjutkan pembangunan di desa Pengaringan ini. Bahkan apa pun yang sudah saya lakukan tentu tidaklah semua sempurna karena di saat kita ada kebijakan tentu ada aturan dan kebijakan yang membatasi, silahkan masyarakat sendiri yang memberikan penilaian tentu dengan cara yang obyektif “, tegasnya.


” Saya masih kurang waktu untuk mengabdi dan membangun Desa Pengaringan ini karena masih banyak program yang berpihak kepada masyarakat yang belum tercapai. Diantaranya pemberdayaan masyarakat, program ketahanan pangan berupa perternakan dan perikanan serta tidak tertinggal sektor pertanian perkebunan lainnya “, Tutupnya. (W83i)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.