Pengusaha Muda Sukses Dengan Ayam Petelur

oleh -3.892 views

Baturaja.OKUPOS.Com – Andaran Simbolon alias Alex (38), pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) peternak ayam bertelur yang berlokasi di Desa Talang Aman, jl. cor beton, Kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan merupakan salah satu pria pekerja keras dari beberapa peternak ayam di Kabupaten ini.

Yang mana, Andaran harus banting tulang berpikir keras agar bagaimana caranya usaha peternakan yang ia rintis dan geluti dari nol diatas lahan seluas 30×30 Permeter yang ia sewa tersebut bisa berkembang. Lantaran dari awal berdiri hingga sekarang dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab maupun CSR dari beberapa Perusahaan besar yang berada tidak jauh dari Desanya.

“Selama ini saya sama sekali betul-betul belum pernah menerima bantuan apapun dan dari pihak manapun. Ini berdampak semakin menurunnya omset dari usaha saya ini, bisa dilihat seperti sekarang dulu ayam-ayam disini banyak, sebab sering saya tambah meski dengan modal yang cuma pas-pas’an. Sekarang cuma tersisa paling sekitar 4000 ekor saja ,”terang Andaran.

BACA JUGA  Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tetap Di Selengarakan 9 Desember 2020

Dijelaskannya, padahal sebelumnya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita pernah menyarankan kepada pemerintah agar peternak dibantu untuk membentuk kelompok ekonomi, agar lebih berdaya saing dan punya posisi tawar dalam mengembangkan usahanya.

Hal tersebut dinilai penting untuk mengatasi penurunan harga telur ayam ras ditingkat peternak karena kelebihan pasokan, serta keluhan biaya produksi yang tinggi akibat harga bibit ayam (day old chick/DOC) dan pakan yang tinggi.

Dari 4000 ekor ayam yang tersisa milik Andaran selaku peternak di OKU yang selama ini belum tersentuh bantuan, tidak semuanya bisa diandalkan telurnya. Sebab sebagian ayam-ayam tersebut banyak yang sudah habis masa bertelur, sehingga untuk mengganti bibit yang baru tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit beserta fasilitas ruang tempat dan alat-alat lainnya yang memadai

BACA JUGA  Jelang Pilkada Serentak, Bupati Dan Kapolres OKU Selatan Ikuti vidcon Operasi Mantap Praja Tahun 2020

“Untuk yang sudah habis masa bertelur karena sudah tua akan dijual ke pasar sebagai ayam potong dengan harga murah. Sementara untuk menggantinya dengan ayam bertelur yang baru tentunya butuh modal, belum lagi kita masih harus menunggu berbulan-bulan ayam tersebut untuk siap bertelur. Yang mana sambil menunggu dibutuhkan pengeluaran uang tidak sedikit untuk membeli pakan. Belum lagi untuk membayar upah 10 karyawan saya yang menggantungkan hidupnya disini ditambah sewa tempat, terkadang dengan keterbatasan yang ada ini hasil yang didapat dari menjual telur tidak sebanding dengan pengeluaran per bulan saya ,”urai Andaran. (RMW)