PPBI OKU Pamerkan Ratusan Jenis Bonsai di Halaman Ramayana

oleh -5.359 views

Baturaja.OKU POS.Com – Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sebimbing Sekundang, Cabang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumsel menggelar pameran Bonsai. Bertempat di halaman Ramayana Kota Baturaja, pameran yang bakal digelar selama satu minggu ini dimulai dari dini hari, Minggu tanggal 21 April sampai dengan tanggal 28 April 2019 mendatang.

Adapun ratusan jenis tanaman Bonsai yang dipamerkan diantaranya, jenis Rukam, Serut, Kemuning, Kimeng, Cendrawasih, Maulimau, Bull Mus, Araburung, Arabika, Jeruk Kingkit, Jambu Peking, Beringin Korea, Beringin Pilipin, Bunut, Anting Putri, Spang, Amplas, Bougenville, Sarbin, Oki yanti, Sinasi, Leban, Maja pahit, Loah, Loansung, Arbei, Cemara, Poxsus, Bungur dan masih banyak lagi jenis Bonsai unggulan lainnya yang ditafsir seharga puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang sudah berumur puluhan tahun dipamerkan oleh para pecinta dan penghobi Bonsai Kabupaten OKU.

Hal tersebut disampaikan Ketua PPBI OKU Al Komar didampingi Wakil Ketua Deni melalui Dewan Penasehat PPBI OKU Raden Muhammad Wahyu. Yang mana dalam sambutannya sekaligus sebagai pembuka acara, Pria yang akrab disapa Wahyu ini mengatakan ,”Puji syukur dan alhamdulilah, terselenggaranya Pameran ini berkat kerja sama semua rekan anggota PPBI Sebimbing Sekundang Kabupaten OKU yang selalu kompak dalam melestarikan tanaman, melalui hobi sehingga terciptalah Bonsai dari berbagai jenis ini ,”terang Wahyu.

BACA JUGA  Anjang Sana Unit Reskrim Polsek Baturaja Barat Berikan Bantuan Sembako

Selain itu, sambung dia, Kami juga mengharapakan kepada Pemerintah Kabupaten OKU terutama Dinas terkait agar bisa terjalin hubungan yang baik dalam pelestarian Bonsai. Dengan adanya suatu hubungan dan dukungan, bukan berarti kedepannya bisa membuat rasa antusias seluruh penggemar Bonsai di OKU mengadakan ide-ide cemerlang dan krativ, diantaranya terciptanya suatu festival yang nantinya siapa tau bisa membawa nama harum Kabupaten OKU hingga ke manca Negara ,”ungkap Wahyu.

Sementara itu, mang Dede Kustami Jaya selaku pengurus atau perawat (pakar Bonsai) juga sempat menyampaikan arahannya, tentang bagaimana cara perawatan agar bisa mendapatkan tanaman Bonsai yang indah dan sehat, yaitu diantaranya dengan cara selalu rutin menjaga stabilitas kadar air. Bonsai memang tidak boleh disiriam terlalu banyak, karena hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur dan dapat membusukkan akar. Tapi bonsai juga harus dijaga agar tidak kekeringan. Jaga kelembabannya agar tanah tidak terlalu basah maupun terlalu kering.

“Sebab jenis tanaman yang sering dijadikan Bonsai ini mayoritas tanaman yang tidak boleh kekeringan atau kekurangan air, maka jika kita rutin menyiramnya mudah-mudahan tumbuhan yang kita rawat akan sehat dan segar. Dan berbeda untuk mendapatkan Bonsai yang cantik, caranya kita harus rajin memotong menggunakan gunting khusus pada bagian-bagian yang kita anggap tidak perlu. Hal ini untuk menimbulkan cabang yang baru, sebab dengan cara ini Bonsai akan berbentuk sesuai yang di inginkan ,”papar mang Dede.

BACA JUGA  Waka Polres OKU Selatan Cek Anggota Polsek Simpang Martapura dan Ruang Tahanan

Di jelaskannya, Bonsai adalah pohon yang memang sengaja dikerdilkan dengan tujuan membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan tua di alam bebas. Istilah bonsai digunakan di Jepang untuk seni tradisonal dalam pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal. Selain itu di Jepang, bonsai diapresiasi dari keindahan bentuk daun, dahan, batang dan akar pohonnya. Bahkan, pot yang digunakan untuk wadah bonsai juga menjadi kriteria bonsai itu dianggap bagus atau tidak.

“Bonsai harus mendapatkan perlakuan yang tepat antara penyiraman, penjemuran di bawah sinar matahari dan pemangkasan, sehingga bonsai tetap memiliki kualitas yang baik dan sehat. Pemberian sinar matahari dilakukan setelah kurang lebih dua minggu tanaman tersebut ditanam, pada tahap pertama pemberian sinar matahari cukup 1-3 jam saja kemudian secara bertahap dapat diperpanjang ,”jelas mang Dede. (RMW)