PW Pemuda Muslimin Sumsel : Politik Uang Lahirkan Kepala Daerah Korup 

oleh -410 views
Palembang.OKU POS.Com – Dalam KBBI, money politic adalah suap atau uang sogok. Politik uang adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang, baik supaya orang itu tidak menjalakan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat Pemilu.
.
Tahun 2020 merupakan tahun politik, total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 Daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota.
.
Provinsi sumsel tercatat ada 7 Kabupaten akan melangsungkan Pilkada yang rencananya akan di gelar tahun ini.
.
Menjelang perhelatan pilkada serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti, membuat Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Sumsel Harda Belly memberikan statementnya, soal hak suara masyarakat sebagai pemilih, untuk jangan mau diiming-imingi money politic (politik uang) oleh calon kepala daerah, Senin (31/8/2020).
.
“Khususya pilkada dibeberapa kabupaten yang ada di Sumsel yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Pali, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara yang akan menggelar Pilkada dengan harapan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang bersih dan Amanah, jangan memilih pemimpin yang melakukan money politik. Sebab pemimpin yang melakukan kejahatan dengan politik uang. Otomatis jika dia menjadi pemimpin dirinya akan menjadi pemimpin yang korup, maka sama hal nya kita melahirkan pemimpin yang korup jika memilih hanya karena uang,” Ungkapnya.
.
Pimpinan Pemuda Muslimin Sumsel Harda Belly ini berharap, pilkada pada tahun 2020 ini dapat melahirkan pemimpin yang jujur dan akan bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya bukan untuk diri pribadi atau kelompoknya saja.
.
“Sebaiknya semua elemen masyarakat dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya money politik, dan sama-sama ikut membantu petugas pemilu dalam melahirkan pemimpin yang bersih dan jujur, masyarakat harus melihat rekam jejak calon kepala daerah, visi misi yang ditawarkan, bukan memilih hanya karena ada uangnya saja,”Ujarnya.
.
“Semoga masyarakat tidak tutup telinga, jika masyarakat melihat atau menerima uang dari tim calon kepala daerah yang melakukan politik uang untuk membeli suara, maka masyarakat harus cepat melaporkan pada pihak berwajib. Jika tidak dilaporkan maka penerima dan pemberi hasil money politik akan diberikan sanksi dan pidana,”Jelasnya.
.
“Pastikan kita, Saya dan Kamu  merupakan memilih pemimipin yang bersih dan tidak melakukan money politik,”Tutupnya.(Red)
BACA JUGA  Melalui Vicon Zoom Meeting, Kapolres OKU Selatan Menjadi Narasumber Pada Kegiatan SSDM Polri