Sat Pol PP OKU Himbau Tempat Hiburan Tutup Menjelang Puasa

oleh -3.294 views

Baturaja.OKU POS.Com – Menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1440 H yang sudah mendekati hitungan hari. Sat Pol PP OKU menghimbau kepada pengusaha seluruh tempat hiburan malam di Bumi Sebimbing Sekundang untuk menutup usahanya guna menghormati umat Muslim melaksanakan ibadah Puasa.

“Bila masih membandel, kita menindak pengusaha hiburan malam yang tetap buka saat Ramadhan. Izin usahanya bakal dicabut,” ucap Kasat Pol PP OKU, Agus Salim SSos MM, Kamis (25/4), saat ditemui di ruang kerjanya.

Agus Salim meminta seluruh tempat hiburan di OKU tutup sementara di bulan Ramadhan. Hal ini untuk menjaga situasi kondusif selama bulan puasa. “Namun, keputusan ini nantinya akan dirapatkan bersama Polres OKU, dinas terkait dan MUI OKU. Setelah itu, kita melayangkan surat kepada pemilik hiburan malam untuk mentaati peraturan tersebut,” tukas Agus Salim.

BACA JUGA  Kuryana Azis: Beri Saya Waktu Untuk Tuntaskan Jalan Batumarta

Selain itu, lanjut Agus Salim, selama Ramadhan pengusaha rumah makan juga diminta untuk tidak beroperasi saat siang hari di bulan Ramadhan. Para pengelola rumah makan, restoran, kedai kopi bisa tetap buka saat puasa. “Catatannya pengelola harus memasang tabir. Hal ini untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa,” tukas Agus Salim didampingi Kabid Trantib, Sofyan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak makan, minum atau merokok di tempat umum di siang hari selama Ramadhan. Diminta kepada para orangtua untuk mengawasi kegiatan anak selama Ramadhan. Para pedagang tidak boleh jualan petasan yang ledakannya menganggu ibadah malam Ramadhan.

BACA JUGA  RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Gelar Workshop

“Para pedagang di pasar ramadhan jangan menjual makanan dan minuman yang memakai zat pewarna dan pengawet. Hal itu bisa berdampak pada kesehatan,” tegas Agus Salim.

Untuk itu, Agus Salim mengimbau kepada seluruh masyarakat OKU untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama Ramadhan.

“Masyarakat dan ormas jangan sampai bertindak anarkis bila ada yang mengabaikan seruan bersama di bulan suci. Agar segera melaporkan dugaan pelanggaran ke pihak berwenang,” pungkas Agus Salim. (RMW/Len)