Telan Dana Miliaran Rupiah, Pembangunan Jembatan Kayumulu Mubazir

oleh -421 views

OKU SELATAN.OKU POS.COM –Jembatan merupakan salah satu fasilitas daerah yang dimanfaatkan untuk mempermudah dan memperlancar sarana transportasi. Namun tidak untuk jembatan yang berada di wilayah Ranau, tepatnya di wilayah Kayu Mulu, yang sejak beberapa tahun lalu hingga kini belum dapat dinikmati dengan maksimal oleh masyarakat setempat.

Sementara dari dana yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), telah tiga kali dikucurkan dan mencapai jumlah miliaran rupiah.

Jembatan Kayu mulu jalan provinsi terletak di Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, belum lama ini rusak dibagian tiang penyanggah, ABT (Abutment Tiang Pondasi), kini rusak kembali dibagian bahu jalan berulang kali jembatan ini mengalami kerusakan dan sehingga tidak pernah digunakan oleh masyarakat. Pengguna jalan pun memilih untuk menggunakan jembatan lama yang terletak disebelah jembatan baru.

Salah seorang masyarakat, Aryo (42) mengatakan, berulang kali jembatan ini mengalami kerusakan baik di bagian bahu jalan dan di bagian tiang pondasi  membuat jembatan baru ini mengalami penurunan.

“Akibatnya kami takut untuk melintas di jembatan ini takut amblas, jalannya rusak dan ngeri, jika melintas di jembatan ini terasa bergoyang, selama dibangun kami jarang melintas di jembatan ini,” ujar Aryo

Dari pantauan wartawan media, Jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja (APBD Provinsi) tahun anggaran TA 2014, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Pu Bina Marga), Jembatan Kayu Mulu dikerjakan oleh pihak ketiga (Kontraktor), namun diduga pekerjaan ini asal asalan menyebabkan jembatan tersebut terus menerus mengalami kerusakan baik di tiangnya maupun bahu jalan dan pondasi jembatan yang turun.

Hampir setiap tahun jembatan ini dilakukan perbaikan, saat ini sedang dilakukan perbaikan kembali namun, diduga perbaikan yang dilakukan saat ini tidak jelas nampak tidak ada plang proyek dan diduga bukan pihak kontraktor yang bersangkutan, saat perbaikan yang dilakukan tidak paham dengan bidang konstruksi jembatan.

Pantauan wartawan media ini kondisi jembatan saat ini mengalami penurunan di bagian pondasi jembatan, sehingga kendaraan baik roda dua maupun roda empat merasa takut untuk melewati jembatan tersebut. (Yuni)