Fery Armansyah, Kades Kota Way Dua Kali Setubuhi Warganya Di Bawah Umur Kini Bebas dan Aktif Kembali

oleh -403 views

MUARADUA, OKU POS.Com – Masih segar dalam ingatan kasus Kepala Desa Kota Way, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan. Feri Armansyah (46 ) Tahun yang di tangkap dan di tetapkan sebagai tahanan Polres OKU Selatan, terkait kasus asusila yang menyetubuhi warganya Y (17) Tahun.

.
Kelakuan Fery yang tidak terpuji tersebut mkini menjadi bahan pembicaraan baik di warga desa nya maupun jadi pembicaraan bagi kalangan Media .
.
Saat itu Polres OKU Selatan menggelar Press Release. Dan Menetap kan Fery sebagai tersangka sesuai dengan Laporan polisi LP.B/06/VI/2022/SPKT/Polsek Buay Pemaca/Res OKUS/POLDA SUMSEL/ 25 juni 2022. Kemudian turunlah Surat Perintah Penyidikan dan penangkapan Nomor Sp.Dik/41/VI/2022/Reskrim, tertanggal 25 juni 2022.
.
Namun, yang menjadi pertanyaan publik kini Fery Kades Koya Way Sudah menghirup udara segar kembali dan bertugas kembali sebagai Kepala Desa Kota Way. Kades yang berstatus tersangka tersebut sudah bebas bahkan kini kembali tugas dan fungsi sebagai Kepala Desa aktif kembali, (03/08/2022).
.
Seyogyanya, sebagai pejabat Publik dia (Pelaku) menjadi contoh atau suri tauladan yang baik terhadap warganya. Diketahui pada kegiatan Press release yang digelar pada hari Senin(27/6) di lapangan Polres OKU Selatan kasus oknum Kades Kota Way merupakan LP.B/06/VI/2022/SPKT/Polsek Buay Pemaca/Res OKUS/POLDA SUMSEL/ 25 juni 2022.
.
Yang menjadi pertanyaan apakah Kades tersebut sudah ada perdamaian dengan pihak korban.
.
Sementara itu, sesuai dengan kode Etik Jurnalistik sebelum berita ini di tayangkan pihak media berkewajiban melakukan konfirmasi dengan sumber berita ,terkait dengan bebasnya dan aktif kembali sebagai Kepala Desa Kota Way.
.
Setelah upaya melalui Telepon dan melalui Whatshaap Feri Kades Kota Way Mengatakan, “Bahwa kasus ini sudah selesai dan di lakukan perdamaian,” Kata Fery.
.
Selanjutnya, di konfirmasi tentang Surat Perdamaian dengan pihak korban Fery mengatakan tidak ada, karena Surat Perdamaian tersebut di Polres OKU Selatan.
.
Lebih lanjut silahkan hubungi kasat Reskrim,” ujar Fery.

Sementara Itu, Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Acep Yuli Sahara, saat di konfirmasi melalui via seluler dan Whatshaap, awal nya tidak aktif. Di tunggu beberapa saat melalui Whatshap, dan di hubungi melalui telepon aktif, Kasat tidak merespon dan di tolak tidak mau di hubungi.
.
Setelah beberapa saat kemudian, Kasat Reskrim Polres OKU Selatan Baru merespon untuk mau di konfirmasi.
.
“Silahkan ke Polres OKU Selatan,” Ujar Kasat.
.
Di konfirmasi tentang adanya upaya damai antara Oknum Kades dan Korban, Kasat enggan menjawab dan di akhiri dengan silahkan konfirmasi ke Polres biar jelas,” Ungkap Kasat.
.
Sekedar mengingat, seperti yang telah disampaikan Kapolres OKU Selatan, AKBP. Indra Arya Yudha, peristiwa ini dimulai Pelaku Fery pada Mei 2022 pukul 13:00 wib dalam kondisi sendirian dikebunnya, Fery mengambil kesempatan untuk menghubungi Y melalui pesan What shap, sampai terjadilah perencanaan mengunjungi Y dirumah Neneknya dan terjadilah perbuatan bejat Fery, ternyata belum berhenti disitu saja. Fery kembali melampiaskan birahinya hari kamis 16 Juni 2022 untuk terulang kembali kedua kalinya.
.
Sangatlah tidak terpuji bagi seorang pejabat aparatur desa yang seharusnya menjaga warganya, bahkan sebaliknya menghancurkan perasaan Korban Y dan Keluarganya. Fery ternyata belum berhenti disitu melampiaskan birahinya itu, hari kamis 16 Juni 2022 peristiwa tersebut terulang kembali. Sekitar pukul 10.00 wib saat kali ini pelaku Fery melakukan nafsu bejadnya dirumah Y dengan menjanjikan uang 200.000 dan persetubuhanpun terjadi,” bebernya
.
Selanjutnya, Kapolres AKBP Indra menjelaskan bahwa laporan tersebut merupakan LP.B/06/VI/2022/SPKT/Polsek Buay Pemaca/Res OKUS/POLDA SUMSEL/ 25 juni 2022. Kemudian turunlah Surat Perintah Penyidikan dan penangkapan Nomor Sp.Dik/41/VI/2022/Reskrim, tertanggal 25 juni 2022.
.
“Akibat dari perbuatannya sang Kepala Desa ini di kenakan pasal 81 ayat (1) dan (2) UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehubungan dengan persetubuhan terhadap anak, tersangka diancam dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling rendah 3 tahun,” Kata Kapolres.

Turut diamankan sebagai barang bukti pada kasus ini 1 helai baju polos lengan panjang, 1 helai bra warna cream, 1 helai celana dalam warna hitam polos, 1 helai celana jeans panjang, sehingga jelas sudah apabila Fery oknum kades disebut pelaku yang bersetatus Tahanan lepas, kebal akan adanya Hukum atau memili Dalang bebasnya jeratan hukum baginya. Mungkin Hukum kita sudah semakin tumpul keatas, hanya bisa bertanya -tanya didalam hati, sampai berita ini dimuat. (Y83S)

BACA JUGA  7 Anggota Dewan Provinsi Reses, Kapolres Sampaikan Kebutuhan

No More Posts Available.

No more pages to load.